Friday, August 17, 2012

PROGRAM TAHUNAN BERKARAKTER SEMUA MATA PELAJARAN SD

PROGRAM TAHUNAN SEMUA MATA PELAJARAN SEMUA KELAS DAPAT DI DOWNLOAD DI SINI.

Program Tahunan (Prota) Tematik Kelas 1, 2, dan 3

Program Tahunan (Prota) Berkarakter Kelas 4

Program Tahunan (Prota) Berkarakter Kelas 5

Program Tahunan (Prota) Berkarakter Kelas 6

Program Tahunan (Prota) Seni Budaya dan Keterampilan (SBK)

Program Tahunan (Prota) Bahasa Inggris


Program Tahunan Prota Pendidikan Agama Islam

• Prota Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

PROGRAM SEMESTER KELAS I s/d VI SD


SILAHKAN DOWNLOAD PROGRAM SEMESTER DI BAWAH INI TANPA BAYAR ALIAS GRATIS

RPP KELAS 4 SD

Di bawah ini kami sediakan RPP Berkarakter bagi bapak/ibu guru yang membutuhkannya.
Semoga semuanya dapat bermanfaat bagi bapak/ibu guru semua dalam berkarya untuk membangun karakter anak bangsa


RPP Bahasa Indonesia Berkarakter Kelas 4 SD semester 1 
RPP Bahasa Indonesia Berkarakter Kelas 4 SD semester 2

RPP Matematika Berkarakter Kelas 4 SD semester 1 

RPP Matematika Berkarakter Kelas 4 SD semester 2

RPP PKn Berkarakter Kelas 4 SD semester 1 

RPP PKn Berkarakter Kelas 4 SD semester 2

RPP IPS Berkarakter Kelas 4 SD semester 1

RPP IPS Berkarakter Kelas 4 SD semester 2

RPP IPA Berkarakter Kelas 4 SD semester 1

RPP IPA Berkarakter Kelas 4 SD semester 2

RPP TIK Berkarakter Kelas 4 SD semester 1

RPP TIK Berkarakter Kelas 4 SD semeter 2

Friday, August 10, 2012

Pengumuman Sertifikasi Guru 
Rayon 5 UNRI Tahun 2012

Bapak Ibu guru sangat menanti hasil sertifikasi Guru tahun 2012 ini.
Silahkan buka link di bawah ini untuk melihat pengumuman sertifikasi guru.
Semoga Bapak/Ibu termasuk salah satu diantara ribuan guru yang berhasil dalam sertifikasi tahun 2012

Bagi bapak/ibu yang belum berhasil lulus saat ini masih dibrikan kesempatan untuk mengikuti Ujian Ulang tanggal 13 s/d 14 Agustus 2012. 
Bahkan yanag tidak lulus dalam ujian ulang tersebut masih dibrikan kesempatan untuk mengulang kembali tanggal 15 s/d 16 Agust 2012.

Agar lebih jelas maka silahkan klik alamat website  di bawah ini.

www.sertifikasirayon5.com

Monday, August 6, 2012

MAHALNYA BIAYA PENDIDIKAN NEGRI INDONESIA

Ayahku seorang guru sekolah Dasar, demikian pula ibuku. Artinya saya adalah anak dari pasangan guru.
Namun beberapa peristiwa yang menggelikan hati terjadi di kota tempat aku menyelesaikan pendidikan Sekolah lanjutan Tingkat Atas.

Adikku nomor yang ke-2 yang memiliki nilai rata rata UN SMP sebesar 8,18 didaftarkan oleh kedua orang tuaku di salah satu Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Negeri yang tidak jauh dari rumahku dengan tujuan agar menghemat biaya transportasi.-
Sistim Pendaftaran secara On Line sehingga apabila nilai rata rata UN tidak memenuhi ketentuan maka akan dipindahkan ke sekolah lain sebagai sekolah pilihan.-
Ternyata Rata Rata Nilai UN yang diterima disekolah tersebut adalah 8, 20. Itu berarti adikku memiliki nilai yang oleh bapak saya dikatakan beda tipis.


Karena nilai Rata rata UN yang diterima beda tipis maka kedua orang tuaku mencoba menghadap ke Kepala Sekolah SMA Negeri tersebut untuk memohon agar adikku dapat diterima karena dekat dengan rumah.
Kepala Sekolahpun langsung merespon dengan baik permohonan kedua orang tuaku. Mungkin karena sama sama guru!?.
Nama adikkupun langsung dicatatkan pada lembaran khusus sebagai tanda diterima disekolah tersebut.

Keesokan hari tepatnya hari     tanggal   bulan Juli tahun 2012, orang tuaku harus membayar Uang Seragam sebesar Rp 1.000.000,00, dan  Uang Sekolah selama 2 Bulan sebesar Rp 400.000,00.-


Namun pembayaran keuangan baik uang seragam maupun uang sekolah 2 bulan ini dipisahkan untuk siswa yang lolos seleksi On Line dengan siswa yang tidak lolos seleksi yang diberi istilah Lewat Belakang.-
Adikku termasuk kategori siswa yang tidak lolos seleksi on line atau tepatnya disebut Lewat Belakang.-


Pada hari Senin Tanggal 24 Juli 2012 datang undangan dari Sekolah untuk rapat orang tua murid bersama komite sekolah.-
Sisswa yang tidak lolos seleksi on line ini dibebankan biaya tambahan sebesar Rp 3.560.000,00
Namun banyak orang tua wali murid
Orang tuaku memperdebatkan hal ini ketika sedang duduk santai di beranda rumah kami.-
Apakah pembayaran harus ditambah lagi karena melalui Pintu Belakang??
Duit darimana lagi untuk bayar semua itu? keluh kedua orang tuaku.-

Dua hari kemudian, kedua orang tuaku mencoba jalan yang lain.-
Mengandalkan status sebagai guru, dengan membawa kartu PGRI, keduanya berangkat ke kantor kepala Sekolah untuk memohon agar





Saturday, August 4, 2012

"Dibuang Sayang" Info Desa Lamawolo Ileape Timur

Desa Lamawolo yang diberi gelar Lamawolo Witilewun - Tana Baka Lamawala merupakan bagian dari kecamatan Ileape Timur - Kabupaten Lembata.-

Desa Lamawolo merupakan desa kecil yang luasnya hanya mencapai

Desa ini berbatasan langsung dengan desa Lamatokan / Tokojaeng disebelah timur tepatnya di Watu Wara
se

Saturday, January 21, 2012

SUKU BEREWU MAKING

Perjalanan Raja Making

Mula mula leluhur Making sekeluarga berlayar dari Sere Gore Abo Mua dan berhasil berlabuh di desa Lamariang - Baopukang tepatnya di tepi pantai yang diberi nama Jo'o Horo Tena atau juga disebut Jo'o Watu Wutu.

Setelah berhasil menambatkan perahu dayungnya di tempat tersebut, leluhur Making sekeluarga melanjutkan perjalanannya menyusuri pantai menuju kesebuah tempat yang mereka sendiri tidak tahu namanya.

Dalam perjalanan, mereka juga membawa seekor anjing jantan yang sangat setia kepada tuannya si Raja Making dan keluarganya.

Setelah jauh perjalanan, si Raja Making menginstruksikan kepada seluruh rombongannya untuk beristirahat karena hari sudah menjelang malam dan tubuh merekapun mulai kelelahan.
Mereka akhirnya dapat beristirahat dibawa pohon Beringin yang sangat rindang.
Ketiadaan makanan dan air pelepas dahaga semakin membuat rombongan si Raja Making lelah dan letih.

Anjing milik raja Making sedang menggali tanah di bawah pohon beringi seolah olah memberi petunjuk.
Manyadari hal ini maka si Raja Making dan anak anaknya mencoba menggali tempat di mana digali oleh anjing tersebut.

Dalam waktu yang singkat, dari tempat penggalian mereka keluarlah air dari mata air yang terus mengalir tanpa berhenti.
Si Raja Making kemudian memberi nama tempat tersebut sebagai BAO PUKE yang berarti BATANG POHON BERINGIN ( karena di bawah batang pohon Beringin ditemukan mata air).

Hingga saat ini, air sumur di desa Bao Puke kecamatan Ileape - Kabupaten Lembata tepatnya dibawah pohon Beringin tersebut masih ada dan masih tetap digunakan penduduk setempat untuk masak dan mencuci.

Namun legenda menyebutkan, keturunan si Raja Making dilarang menimba air dari sumur tersebut apalagi melihat secara langsung ke dalam sumur tua di bawah pohon beringin tersebut; karena dapat menyebabkan kematian bagi turunan si Raja Making.

Seterusnya si Raja Making dan keluarga tinggal menetap di tempat tersebut yang diberi nama Bao Puke. Beberapa anak Si Raja Making menyebar dan menempati wilayah di sekitar lereng gunung Api ( Ile Ape ). Sebagian bekerja sebagai Petani, dan sebagian lagi bekerja sebagai nelayan ( sesuai dengan situasi dan kondisi di mana mereka berada )

Demikian cerita singkat yang diceritakan bapak saya kepada saya yang dapat saya tuliskan di sini.

oleh : VELLA MAKING

Saturday, January 7, 2012

ILE APE MASIH SIAGA 3 WARGA LAMAWOLO SUDAH KEMBALI DARI PENGUNGSIAN

Hari ini Sabtu 7 Januari 2011 Warga desa Lamawolo kecamatan Ileape Timur mulai kembali ke rumah masing masing setelah 4 hari mengungsi di Lewoleba.-
Pulangnya warga dari tempat pengungsian bukan karena BMG telah menurunkan status Gunung Api menjadi normal tetapi karena aktivitas gunung yang dianggap biasa saja.-

Beberapa hari belakangan, terus terjadi hujan sehingga warga lebih mengkhawatirkan hewan piaraannya serta kebun jagungnya yang tidak terurus beberapa hari ini.-

Walau demikian, warga juga terus memantau aktivitas gunung Api; jika dianggap membahayakan maka mereka juga siap diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Menurud salah seorang wargta desa Lamawolo ina Agnes Making, warga mulai kembali kerumah masing masing mulai hari sabtu pagi karena tidak ada aktivitas gunung yang dianggap berlebihan.-

Ina Agnes Making juga berharap kepada pemerintah kabupaten Lembata terutama Badan Meteorologi dan Geofisika agar segera menurunkan status Siaga 3 Gunung Api menjadi status aman sehingga warga tidak lagi resah dan panik.-

Kami juga tetap mendengarkan saran pemerintah untuk tidak mendekati daerah puncak tetapi biarlah kami tetap di desa kami untuk dapat membersihkan kebun jagung serta memberi makan ternak ternak kami tanpa terlalu khawatir.- lanjut ina Agnes Making.

ketika ditanya tentang bantuan dan perhatian pemerintah kabupaten Lembata terhadap para pengungsi, ina Agnes Making menambahkan bahwa perhatian pemerintah daerah terutama pemerintah kabupaten cukup baik.- Para pengungsi yang berada di rumah kerabat atau saudara yang ada di Lewoleba mendapat perhatian pemerintah berupa makanan ( beras, indomie, dll ).
Bahkan hingga saat ini, petugas keamanan masih bersiaga di desa Lamawolo dengan mobil mobilnya untuk mengangkut warga ke tempat pengungsian jika diperlukan.-

Semoga meningkatnya aktivitas Ile Ape atau gunung Lewotolok belakangan ini, dijadikan sebagai teguran kepada seluruh penduduk di lereng Gunung Api untuk tetap dan terus menjaga kelestarian alam merapi dengan tidak membakar hutan dan tidak menebang hutan sembarangan.

wassalam

Ivan Making
di Batam



Wednesday, January 4, 2012

STATUS TERBARU ILEAPE DARI DESA LAMAWOLO


Status siaga 3 Ile Ape ( Gunung Api ) telah ditetapkan namun beberapa penduduk desa Lamawolo masih belum berniat mengungsi karena menurud mereka aktivitas gunung Api saat ini ( 5/01-2012) tidak jauh beda dengan aktivitas gunung Api pada tahun tahun sebelumnya.-

Bagi beberapa warga desa Lamawolo, bau gas yang tercium saat ini selalu dirasakan hampir setiap bulan terutama waktu musim kemarau. Ketika musim hujan, bau gas yang disebut dengan nama MUO mulai jarang tercium. tetapi masih saja ada bahkan terkadang dapat mengakibatkan gagal panen jagung bagi masyarakat desa Lamawolo.
Bahkan ketika hujan sedang turun, terlihat nyala api di puncak gunung ini, demikian menurud ina Lin Peni.-

Menurud ina Lin Peni Demonloku, walaupun aktivitas gunung ini dianggap biasa tetapi mereka akan tetap mendengarkan himbauan dari Pemerintah Kabupaten Lembata untuk mengungsi.
Anggota keluarganya ( anak anak ) akan diungsikan ke rumah sanak saudara yang ada di Lewoleba hari ini. Sementara ina Lin dengan sang suami ( ama Alo Making ) sementara tetap berada di Lamawolo untuk mengurus ternak sambil memperhatikan keadaan. Jika sitak memungkinkan maka mereka juga akan turut mengungsi ke Lewoleba demi keamanan dan keselamatan.-

Bahkan diinformasikan ina Lin Peni bahwa di Lamawolo juga terdapat beberapa aparat keamanan dengan mobilnya sebagai bentuk kesiagaan pemerintah untuk menyelamatkan warga Lamawolo jika terjadi meletusnya gunung Api.-


by Ivan Making Batam.

ILEAPE SIAGA 3 - WARGA LAMAWOLO MENGUNGSI



Gunung Api ( Ile Ape ) atau juga disebut gunung Lewotolok dinaikkan statusnya menjadi siaga 3.
Dinaikan Status siaga 3 oleh Pusat BMG dikarenakan meningkatnya aktivitas gunung Api yang ditandai dengan semburan asap hitam tebal mencapai ketinggian 60 meter sejak hari Rabu tanggal 4 Januari 2011.-

Warga desa Lamawolo kecamatan Ileape Timur dan beberapa warga desa yang berpotensi terkena bencana dihimbau untuk meninggalkan desa hingga status Gunung Api dianggap aman.-

Sebagian besar warga desa Lamawolo telah mengungsi ke Lewoleba sejak Selasa 3 Januari 2011 Di Lewoleba para pengungsi menempati rumah rumah saudara, kerabat mereka.- bahkan satu rumah ditempati oleh 30 - 40 orang termasuk bayi dan anak anak.-

Sementara itu terdapat 49 warga masih tetap bertahan di Lamawolo.
Warga yang belum mengungsi berkumpul bersama di gereja santa Elisabeth Lamawolo sambil bersiap siap untuk mengungsi jika terjadi peningkatan aktivitas gunung Api.-

Menurud Bapak Yoakim Ola Making yang masih bertahan di desa Lamawolo bahwa aktivitas Gunung Api masih tergolong biasa biasa saja, tidak ada gempa atau suara gemuruh atau turunnya hewan hewan dari gunung.- Bapak Yoakim Ola Making berharap dalam waktu dekat status gunung Api akan diturunkan sehingga warga desa segera kembali untuk beraktivitas terutama untuk membersihkan kebun kebun jagungnya serta memberi makan ternak ternak peliharaannya.-

Seluruh warga Lamawolo dimohon tenang dan jangan panik.-

dilaporkan oleh Ivan Making
di Batam




Thursday, June 2, 2011

Pulau Galang - ex pengungsian Vietnam


MANUSIA PERAHU

DI PULAU GALANG

Orang Vietnam yang berada di pengungsian vietnam di Pulau Galang – Prov. Kepri – Indonesia lebih dikenal sebagai Manusia Sampan atau manusia perahu, karena kehadiran mereka di tempat tersebut menggunakan sampan sampan kecil yang sederhana dan sangat memprihatinkan.

Keberadaan para pengungsi Vietnam ini disebabkan oleh perang saudara yang terjadi di negaranya pada tahun 1980-an.

Kehadiran mereka di Pulau Galang Indonesia mulai tahun 1979. Kedatangan mereka ke daerah tersebut secara bergelombang, karena mereka menggunakan kapal kecil dan sederhana yang lebih dikenal sebagai perahu.

Satu perahu dapat memuat 30 – 120 orang saja.

Namun kisah perjalanan menuju ke Galang amat tragis dan memilikan hati. Tidak sedikit manusia perahu yang meninggal di laut selama perjalanan karena, sakit, kelaparan dan kehausan, juga oleh karena hujan dan badai yang menerpa perahu perahu mereka.

Namun semua peristiwa tersebut tidak menghalangi niat mereka untuk mencari tempat yang aman dan nyaman untuk menjalani hidup di alam yang fana ini.

Orang orang yang mengungsi ini merupakan orang orang yang cinta damai, yang tidak meninginkan peperangan dan kehancuran.

Gelombang pengungsi ini menarik perhatian Komisi PBB (UNHCR)- Komisi yang mengurus Pengungsian Internasional dan Pemerintah Indonesia.

Oleh pemerintah Indonesia, Pulau Galang dijadikan tempat khusus untuk para pengungsi Vietnam. Sebagian pengungsi yang terdampar di pulau pulau lain sekitarnya akhirnya dikumpulkan di tempat yang sama.

Oleh pemerintah Indonesia dan UNHCR,dibangunlah berbagai fasilitas seperti, tempat ibadah, rumah sakit, barak pengungsian, tempat makam, klinik PMI, kantor administrasi PBB, dan juga sekolah.-

Salah satu peninggalan sejarah berupa patung ditempat tersebut yang mengenangkan seorang perempuan tak berdosa bernama Tinh Han Loai yang menanggung rasa malu karena diperkosa maka akhirnya memutuskan bunuh diri secara tragis.

Dalam kurun waktu 23 tahun ( 1979 – 1996 ) manusia perahu hidup di pengungsian. Akhirnya pada tahun 1996 para manusia perahu diberikan 2 pilihan berat antara lain : memilih untuk kembali kenegaranya ( Vietnam ) atau mendapat suaka ke naegara negara yang mau menerima mereka seperti Amerika Serikat, Australia, Italia.jepang, Prancis, Inggris, Canada, dll.-

Opsi yang paling banyak dipilih adalah mendapatkan suaka ke negara baru, namun untuk mendapat suaka ke negara baru, para pengungsi harus lolos beberapa tes untuk mendapat kewarganegaraan baru.

Ada 5000-an pengungsi yang tidak lolos tes yang harus bersedia dipulangkan ke negara asalnya Vietnam.

Para pengungsi berontak karena tidak ingin dipulangkan ke negaranya.

Sebagai bentuk protesnya mereka menenggelamkan beberapa perahu milik mereka sendiri serta ada beberapa yang bunuh diri. Bahkan ada satu keluarga yang bunuh diri sebagai bentuk protes atas apa yang dilakukan PBB dan Pemerintah Indonesia untuk memulangkan mereka.

Mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, itulah keputusan yang harus dijalani. Dengan segala keterpaksaan dan dalam deraian air mata para pengungsi yang tidak lolos tes mendapat suaka ke negara baru harus pulang.

Para Pengungsi yang lolos tes tidak seenaknya memilih negara suaka tujuannya; apalagi harus memilih untuk suaka bersama anggota keluarga. Mau atau tidak, suka atau tidak, pembagian manusia perahu untuk mendapat suaka haruslah dituruti walau semua itu terasa pedih menyayat hati. Dalam satu keluarga istri dan anak mungkin ke Australia tetapi bapak harus ke Amerika. Atau mungkin anak ke Canada sementara ibu dan bapak ke Italia.

Isak tangis dan teriakan teriakan histeris menghiasi upaya mendapat suaka. Semua keputusan harus diikuti oleh siapapun juga. Betapa mahalnya harga sebuah suaka untuk mencari kedamaian di bumi.

Setelah mendapatkan kehidupan yang lebih baik di negara baru, para manusia perahu mencari sanak keluarganya yang terpisah berpuluh tahun yang lalu.-

Tuhan Maha Adil dan Bijaksana........

Para manusia perahu akhirnya bertemu lagi di pulau Galang yang sama bukan sebagai pengungsi baru tetapi untuk reuni manusia perahu yang terpisah dan terbuang..

Kini semua hanyalah kenangan.-

Kenangan yang tak terlupakan oleh siapapun yang terlibat dalam peristiwa saat itu.

Kamp. Pengungsian Vietnam jadi sejarah bisu yang bercerita banyak peristiwa yang penuh haru biru.-

Namun setiap kita diharapkan agar mampu mengambil hikmah dari peristiwa ini agar tidak terulang kembali.-

By Ivan Making














Wednesday, February 2, 2011

Pelajaran Kehidupan Penghujung Tahun dari Lamawolo

" Tuun pai gelu wekin, Wulan haka peka badan".- demikianlah sebuah kalimat sederhana yang tertulis indah pada kain latar di Balai Dusun Dulo Lali Duli di desa Lamawolo - kecamatan Ileape Timur - Kabupaten Lembata - Provinsi NTT ketika digelar acara perayaan pelepasan tahun 2010 dan penyambutan tahun 2011 diakhir Desember yang lalu.-

Sebuah kata kata sederhana yang dapat diartikan sebagai Tahun sudah berganti, Bulan telah bertukar.- Oleh Bapak Kepala Desa Lamawolo ( Bp. Kamilus Ola ) yang biasa dipanggil Bp. Taso, diuraikan bahwa segenap warga Lamawolo harus mampu meninggalkan manusia lama yang penuh kemunafikan, rasa iri hati, pencemburu, dendam, dan lain lain yang negatif dan harus bangkit dan tumbuh menjadi manusia Lamawolo yang baru yang saling kerjasama, saling percaya, saling mengasihi, memiliki kemauan yang kuat untuk membangun dalam berbagai segi kehidupan agar kelak mampu sebagai pelaku utama dalam membangun desa lamawolo khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

Namun disadari bahwa warga Lamawolo memiliki keterbatasan dalam berbagai hal namun pemerintah desa, tokoh masyarakat dan tetua adat telah berusaha mengubah wajah Lamawolo menjadi lebih cantik melalui kegiatan pembangunan sarana prasarana berupa jalan jalan kampung, pembuatan bak air, dan kegiatan kegiatan lain yang positif, demikian kepala desa Lamawolo dalam sambutannya.

Tokoh masyarakat yang diwakili oleh Bp Leo Loku dalam sambutannya menekankan bahwa, perlu keterlibatan berbagai pihak terutama anak tana Lamawolo untuk membangun Lamawolo terutama pembangunan manusia Lamawolo.-

Malam terus bergulir, bunyi suara hentakan kaki secara serempak oleh orang orang yang berada pada barisan melingkar ( sambil bergandengan tangan ) terus membahana diiringi suara nyanyian yang menyerupai teriakan mengikuti irama hentakan kaki para penari. Itulah sebuah tarian tradisi yang terus dipelihara yang lebih dikenal dfengan nama "OHA".-
Irama kaki terdengar menyatu menghasilkan bunyi indah disertai bunyi gelang gelang kaki yang disebut RETUNG.
Sebuah irama yang mengobarkan semangat juang.

Sungguh sebuah tarian tradisi yang menggambarkan kebersamaan dan persaudaraan yang kokoh antar orang orang yang berada di dalam komunitas tersebut.-
Bahwa secara bersama sama kita dapat mengerjakan setiap perkara perkara yang besar.

Sebagai penyemangat, behi tuak terus dilakukan oleh petugas Behi Tuak.
Mabuk??? aku selalu bertanya dalam hati. Jawabannya, Tidak!!! semua masih mampu mengendalikan diri sehingga tidak ada peristiwa yang menodai kegiatan malam itu.-

Hentakan kaki yang menghasilkan satu irama sebagai gambaran satu hati dalam menyelesaikan suatu pekerjaan agar diperoleh hasil yang baik dan menggembirakan seperti kegembiraan yang terpampang di wajah para penarinya.

Akhir acara, ketua panitia ( Bp. Yoakim Ola Making ) mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik walau masih jauh dari sempurna.
Semoga kegiatan ini memberi kesan positif bagi semua warga Lamawolo untuk terus berkarya membangun desa lamawolo tercinta.

Oha sampai pagi, tetapi pagi itu juga warga Lamawolo tidak lupa dengan tugas tugasnya seperti mengiris tuak, memberi makan ternak peliharaannya, menyiangi kebun jagung, dan lainnya. Tidak ada yang mengeluh, tidak ada yang menggerutu, semua dilakukan sepenuh hati dengan sejuta persen ketulusan.

Sebuah pelajaran penting yang aku dapat dari wajah wajah tulus saudaraku di desa kecil Lamawolo Witilewun.-

Sesuatu yang dikerjakan secara iklas menghasilkan kebahagiaan di hati.-
Trimakasih saudaraku,-

by Ifan Making












Tuesday, May 11, 2010

Koperasi Simpan Pinjam Mohen Doro

Mohen Doro merupakan nama sebuah bukit di desa Lamawolo kecamatan Ileape Kab. Lembata Nusa Tenggara Timur yang menjulang tinggi sesuai dengan nama yang diberikan padanya.
Secara harafiah kata Mohen=Bukit; Doro=Jalar/Rambat. Jadi Mohen Doro berarti Bukit yang menjulang tinggi menjalar jauh.

Nama ini kemudian diabadikan sebagai nama sebuah wadah simpan pinjam uang yang didirikan oleh seorang putera Lamawolo yang bernama lengkap Sebastianus Sele Making atau lebih dikenal dengan sapaan Bp.Salles making.
Pemilihan nama Mohen Doro dimaksud agar wadah ini dapat tumbuh dan menjadi besar, bukan hanya untuk anggotanya tetapi juga untuk orang lain yang ada disekitarnya.

Wadah sederhana yang bergerak dalam bidang simpan pinjam uang ini mula dibentuk pada hari Sabtu tanggal 04 bulan Maret tahun 2006.

Pada hari Kamis tanggal 2 Maret merupakan kegiatan awal sebagai rencana pembentukan yang dihadiri oleh keluarga Making yaitu :
1. Bp. Salles Making
2. Bp. Marsel K. Making
3. Bp. Elias Ero Making
4. Ibu Lamria Hutabarat ( isteri Bp Salles Making )

Oleh Bp. Salles Making ditugaskan kepada kedua saudaranya yaitu Bp. Marsel making dan Bp. Elias Making untuk mensosialisasikan rencana tersebut kepada warga Lamawolo Batam.

Gayung bersambut. Pada hari Sabtu tanggal 4 Maret 2006 bertempat di rumah Bp. salles Making di Bengkong Harapan II - Kota Batam, diadakan pertemuan sebagai awal pembentukan wadah kecil oleh beberapa warga yang hadir sekaligus sebagai anggota perdana.

Anggota perdana sejumlah 10 orang yaitu :

1. Bp. Salles Making ( Lamawolo )
2. Bp. Sakarias K. Poilado ( Lamawolo )
3. Ibu Lamria Hutabarat ( Sumatera Utara )- istri Bp Salles Making
4. Bp. Marsel K. Making ( Lamawolo )
5. Bp. Sebastianus Loli Lamaroang ( Lamawolo )
6. Bp. Paulus Dulo Poilado ( Lamawolo )
7. Bp. Paul Opung ( Solor )
8. Bp. Yakobus Ola Making ( Lamawolo )
9. Bp. Elias Ero Making ( Lamawolo )
10. Ibu Martha Astri Murni ( Jawa Tengah ) - Istri Bp. Romanus Ola Demonloku


Pada pertemuan tersebut disepakati beberapa hal sebagai hasil rapat antara lain :
a. pemilihan pengurus periode 2006 s/d 2008 sebagai berikut :
a.1. Ketua Umum : Bp. Sebastianus S. Making
a.2. Sekretaris : Bp. Sakarias K. Poilado
a.3. Bendahara : Ibu Lamria Hutabarat

b. Penetapan Uang Pangkal dan Iuran Bulanan anggota sebagai berikut :
b.1. Uang Pangkal / Simpanan Pokok sebesar Rp 100.000 peranggota
b.2. Uang Iuran Anggota Rp 10.000 perbulan

c. Keuangan dilaporkan secara berkala minimal 3 bulan sekali secara transparan.
d. Perhitungan SHU ( Sisa Hasil Usaha ) dilakukan pada akhir tahun buku.
e. Simpanan anggota yang sudah diambil sebelum akhir tahun maka tidak diperhitungkan dalam perhitungan SHU
f. Pertemuan Bulanan dilakukan dari rumah ke rumah anggota dengan tujuan untuk bersilahturahmi
g. Yang dimaksud satu tahun buku adalah bulan Januari s/d Desember

Walau tetap terbentuk organisasi mini ini, namun banyak warga yang pesimis akan keberlangsungan wadah ini karena hal yang berhubungan dengan "Uang" adalah sesuatu yang sulit mendapat kepercayaan. Sebagian berpendapat bahwa bakalan uang uang yang terkumpul akan hilang begitu sja karena tidak ada pertanggung jawaban yang jelas.
Namun terbukti hingga detik ini, wadah yang kemudian disepakati dengan sebutan CU.Mohen Doro ini masih tetap eksis bahkan keanggotaannya terus bertambah dari waktu ke waktu.

Keanggotaan Credit Union Mohen Doro Batam, bukan saja orang Lamawolo yang berada di Batam tetapi juga warga desa lain, bahkan dari kabupaten maupun dari propinsi lainnya.


Bersatu jalin persaudaraan Bersama menyongsong masa depan.

Demikian sekilas tentang Credit Union Mohen Doro Batam.

Maju terus dan sukses selalu.


salles making

Monday, May 3, 2010

Pemilu Kepala Daerah Kepri 2010

Pemilihan Kepala Derah Tingkat I Propinsi Kepulauan Riau sudah diambang pintu. Iklan iklan pasangan calon yang akan bertarung dalam pimilu kepala daerah tahun ini menghiasi pojok atas bawah berbagai media masa. Spanduk spanduk kecil dan baliho baliho besar terpasang hampir disetiap sisi jalan utama kota bahkan pada gerbang gerbang masuk setiap pemukiman. Janji janji muluk setiap pasangan calon telah diumbar demi mendapat masa pemili.

Pemilihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 bulan Mei Tahun Dua Ribu Sepuluh yang akan datang menjadi bahan pembicaraan hangat disetiap kedai kopi oleh para wong cilik yang duduk meneguk kopi panas pagi hari.

Ketiga pasangan calon Gubernur Propinsi Kepri yaitu :
Nomor Urut 1 : Bp. Nyat Kadir + Bp. Zulbahri = NKRI
Nomor Urut 2 : Bp. H.M Sani + Bp. Suryo Respationo = Dua HMS
Nomor Urut 3 : Ibu Aida Ismet + Bp. Eddy Wijaya = Aida Berjaya
Siapa yang mau kita pilih?? ujar Bapak Elias salah satu warga Lamawolo Batam.

Penasehat Lamawolo Batam Bapak Theodorus Selaka Poilado menghimbau kepada warga Lamawolo Kota Batam bahwa sebagai warga negara yang baik, setiap warga Lamawolo berhak untuk memberikan suaranya dalam pemilu kada yang akan datang.

Siapa yang menjadi pilihan terbaik setiap warga merupakan keputusan nurani setiap warga itu sendiri dalam bilik suara.
Itu artinya setiap warga Lamawolo yang elah memiliki hak suara dalam pemilu kada tahun ini bebas memberikan suara kepada salah satu dari ketiga calon kepala daerah tersebut diatas.

Bagi Bapak Theodorus Selaka, siapapun yang terpilih menjadi Kepala Daerah untuk lima tahun ke depan harus mampu menghargai pluralisme serta mampu membawa Kepri menuju kesejahteraan yang berkeadilan.

Semoga

Ifan Making

Tuesday, March 30, 2010

BELIS " GADING GAJAH"

Belis merupakan mas kawin dari pihak laki laki yang akan diberikan kepada pihak perempuan yang akan dinikahi.-
Belis yang akan digunakan berupa taring gajah yang dikenal dengan nama "Gading Gajah" merupakan bagian dari tradisi peninggalan leluhur sejak zaman dahulu kala yang terus dilestarikan secara turun temurun oleh masyarakat di daerah Flores pada umumnya.

Khusus di wilayah Ileape atau mungkin juga di beberapa daerah flores lainnya, Belis berupa gading gajah ini digolongkan menjadi 2 (dua) jenis:
  1. Belis untuk perempuan yang dijadikan istri sah.
    Belis untuk perempuan yang dijadikan sebagai istri sah jauh lebih besar dalam ukuran dan lebih bernilai tinggi secara adat.- Bahkan ketika kami mencoba mencari informasi tentang harga Gading jenis Belis untuk istri sah ini mencapai harga Rp 40.000.000 (empat puluh juta rupiah) per gading.-
  2. Belis untuk perempuan yang tidak dijadikan istri.
    Belis jenis ini merupakan denda adat sehingga nilai gadingnyapun tidak menjadi prioritas baik ukuran, warna.- Karena berukuran kecil maka harga gading jenis ini lebih rendah dibandingkan dengan harga gading untuk belis istri sah.

Sistim belis sebagai warisan nenek moyang ini sangat unik sehingga perlu dilestarikan agar tidak punah.
Namun ada hal hal yang menjadi pertanyaan yang sulit mendapatkan jawaban yang memuaskan hati yaitu bahwa " Mengapa Belis untuk perempuan yang dijadikan sebagai istri sah harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga belis sebagai denda adat?"

Menurut hemat kami sebaiknya belis untuk istri sah lebih dipermudah dalam arti ukuran yang lebih kecil dan harganya lebih terjangkau; sedangkan untuk denda adat harus berupa gading yang besar dan mahal harganya sehingga dapat membuat efek jera bagi pelaku pelaku kejahatan moral.-
Tapi bagaimana caranya yach??
Mungkin perlu peran pemerintah daerah serta pemuka pemuka adat ??!!


Ketika kami duduk bersama beberapa warga Flores dalam bincang bincang tidak resmi sambil menghirup kopi panas di sebuah warung kopi didaerah Bengkong Batam, beragam pendapat tentang sistim belis atau mas kawin ini mencuat.

Ada 2 pendapat yang berkembang saat bincang bincang tidak resmi disebuah warung kopi:
  1. 3 (tiga) warga Flores yang hadir (belum menikah 2 orang dan yang sudah menikah 1 orang) menyatakan persetujuan jika sistim belis diubah dalam arti meringankan bagi kaum muda mudi Flores yang ingin membentuk rumah tangga. Masa untuk dijadikan istri dan dipertanggung jawabkan baik dalam segi agama maupun adat kok dipersulit. Tengoklah ke kampung, betapa banyaknya gadis gadis tua yang karena faktor mahalnya belis ini. Demikianlah kelompok stuju memberi alasan.
  2. 3 (tiga) warga yang hadir ( mewakili golongan tua ) tidak setuju dengan pendapat di atas karena sistim belis ini sudah turun temurun yang harus tetap dilestarikan. Tentang mahalnya harga belis untuk seorang istri sah adalah baik agar setiap lelaki tidak menyia nyiakan istrinya karena dia telah mengorbankan banyak hal untuk mendapatkan perempuan pilihannya tersebut. Dan soal belis untuk istri tidak perlu dipandang dari harga gadingnya karena sistim pembayaran belis kepada pihak perempuan tidak harus dilakukan saat itu tetapi bahkan hingga berpuluh tahun.- Itu artinya kita tidak perlu takut untuk kawin dengan gadis gadis orang kita ( Flores ). Demikianlah kelompok menolak memberi alasan.
Kami hanya manggut manggut kepala karena dianggap masih anak anak sehingga belum boleh ikut memberikan kontribusi pendapat baik setuju atau tidak.

Sebagai anak keturunan aku tidak tahu yang mana benar dan yang mana salah karena semua punya alasan sendiri sendiri.

Namun ada satu hal yang dapat menjadi pelajaran berharga yaitu : " Adat harus tetap kita lestarikan agar tidak hilang atau punah tetapi jika adat atau tradisi tersebut memberatkan maka kita perlu terbuka untuk mengoreksi kembali agar tradisi itu menjadi semakin bernilai bagi anak cucu kita.".-

by Ifan Making